Monday, February 22, 2010

SPIRIT - SPIRIT JAHAT DI BAIT ALLAH / GEREJA

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Matius 4:5-7

DIATAS ATAP BAIT ALLAH

Bait AllahTuhan Yesus sebelum memulai pelayananNya, Ia berpuasa di padang gurun selama 40 hari, dan Ia digoda oleh Iblis dengan tiga macam godaan. Salah satunya adalah digoda untuk menjatuhkan diri dari Bait Allah.

Jika kita melihat dua godaan lainnya, maka kita dapat melihat ada yang berbeda dengan satu ini. Dimana saat Yesus lapar, Ia digoda untuk memakan roti dan disaat dilihatkan kerajaan dunia dan gemerlapnya, Ia digoda dengan segala kemulyaan dan kemewahan duniawi. Dua godaan ini sering kali juga dilontarkan oleh Iblis kepada kita. Tetapi godaan tentang menjatuhkan diri dari Bait Allah terlihat paling lain sendiri.

Tidak ada tawaran yang diberikan oleh Iblis dalam menggoda Yesus diatas atap Bait Allah. Iblis hanya menantangNya untuk menjatuhkan diri dari atap Bait Allah. Secara logika, siapa mau menjatuhkan diri dari atas atap. Apa yang didapatkan? Godaan Iblis macam apa itu, kelihatannya kok tidak bermutu.

Apakah itu dapat disebut sebuah godaan?

Banyak orang kristen tidaksadar dan terjebak pada godaan ini. Iblis tidak membawa Yesus berada dipuncak suatu gunung atau diatas dahan pohon tertinggi, atau diatas menara, tetapi Iblis membawa Yesus keatap Bait Allah. Bait Allah, bukan istana, Iblis rupanya juga cukup rohani, memilih Bait Allah. Alkitab menulis hal ini sebagai peringatan bagi kita, bahwa Iblis juga akan menggoda kita didalam kehidupan rohani kita.

Memang benar ada tertulis, sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. (Mazmur 91:11-12), dan Iblis telah menantang Tuhan Yesus untuk membuktikan ayat tersebut. Hal yang penting adalah dimana Iblis telah membawa Yesus yaitu di atap Bait Allah. Tempat dimana orang Israel berkumpul dan para imam, ahli Taurat dan orang Farisi berkumpul dibawanya.

Jika Yesus menerima tantangan tersebut, maka yang hendak dibuktikan bukan kebenaran Firman Tuhan lagi, melainkan kesombongan manusia, seperti mencari hormat dan pujian dihadapan segenap rohaniwan, orang-orang yang berada di bawah Bait Allah.

Dengan lembut tantangan tersebut ditolak oleh Tuhan Yesus dengan mengatakan bahwa benar ada ayat tersebut, tetapi ada ayat lain yang mengatakan, “jangan kita mencobai Tuhan Allah kita”. Karena Tuhan tahu apa yang ada didalam hati manusia dan Allah tidak dapat didustai dengan dalih rohani untuk kemulyaan manusia, untuk mencari hormat dan pujian bagi diri sendiri.

Godaan akan kesombongan rohani, adalah godaan yang berbahaya, yang hanya dapat dinilai atau dilihat dari hati manusia itu sendiri. Orang lain siapa yang dapat mengetahui isi hati kita? Godaan kesombongan rohani ini juga merupakan salah satu bagian dari tiga macam godaan Iblis yang sering dilontarkan kepada anak-anak Allah. Waspadalah!

DIDALAM GEREJA TUHAN

Didalam komunitas gereja, juga sama seperti komunitas diluar gereja. Mereka berinteraksi satu sama lain dalam sebuah komunitas. Didalam sebuah komunitas terdapat nilai-nilai akan perkara baik dan buruk, demikian juga didalam gereja, secara tidak sadar masyarakat gereja menilai setiap orang apakah ia rohani atau tidak. apakah ia dipakai Allah atau tidak, apakah ia orang besar atau orang kecil didalam pelayanannya.

Godaan yang dilontarkan diatas atap Bait Allah kepada Yesus, juga akan dialami oleh anak-anak Allah yang lainnya. “Buktikan kalau kamu memang seorang yang rohani” demikian kira-kira kalimat Iblis kepada kita diatas Bait Allah. Dan hari ini kita melihat serentetan orang-orang Kristen yang hidup munafik. Hidup sok rohani, sok penting. Bahkan lebih dari itu, banyak orang yang merasa lebih hebat dari pada yang lainnya dalam kehidupan rohaninya. Mereka telah digoda untuk melompat dari atas Biat Allah.

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 5:20)

Ahli taurat hanya tampil rohani dari luar saja (Matius 23:25-28), menjadi masyarakat kelas satu dan menuntut hormat dan pujian dari ibadahnya. Firman Tuhan katakan, kalau ibadah kita sama, maka kita tidak akan diselamatkan.

Tuhan menuntut perbuatan yang lahir dari hati yang suci (Matius 23:26), bukan hanya tampak perbuatannya saja. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi egois hanya memikirkan baik untuk diri sendiri, tetapi Tuhan ingin kita menganggap yang lain lebih utama. Kehidupan rohani seorang kristen adalah melayani, bukan dilayani dan dihormati (Matius 20:28).

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:3-4)

Kita tidak boleh merasa lebih penting dan utama dari pada orang-orang lain. Kita menjadi pengikut Kristus, bukan menjadi tuan bagi saudara-saudara kita, tetapi kita menjadi pelayan bagi mereka (Lukas 22:25-27). Mungkin kita seharusnya belajar menjadi lebih baik dari pembantu rumah tangga kita didalam melayani satu sama lain. Dunia telah memutar nilai kehidupan kekristenan, seorang yang dianggap lebih rohani, maka ia lebih dihormati dan mendapat hak-hak istimewa didalam komunitas gereja, bukan sebagai pelayan tetapi sebagai seseorang yang wajib dilayani walau ia menyandang gelar “pelayan”.

Kesombongan rohani adalah tipu daya Iblis. Kehormatan dan nama besar didalam komunitas gereja adalah sebuah kesia-siaan dan jerat Iblis. Kursi-kursi kehormatan, gelar-gelar manusia, pujian kosong dan sebagainya adalah tipu daya. Tetapi ternyata tidak kurang orang bodoh di dalam gereja yang mau juga disuruh Iblis menjatuhkan diri diatas atap Bait Allah tanpa mendapat imbalan apa-apa dari Iblis.

Kesombongan rohani dapat muncul karena :

1. Pernyataan kuasa Allah. Seperti menyembuhkan orang sakit, nubuat, mengusir setan dan lain-lainnya. Hal-hal ini dapat menyeret seorang anak Allah, berlaku bodoh menjatuhkan diri diatas Bait Allah hanya untuk menunjukan kepada seluruh orang yang ada dipelataran Bait Allah bahwa malaikat akan menopangnya.Mereka yang menjatuhkan diri akan menerima segala pujian manusia, menerima penghormatan manusia bahkan hadiah berlebih-lebih yang mewah dari banyak orang. Diterimanya semua sebagai haknya dan lupa dirinya adalah hamba melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu! Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala. (Yesaya 10:15-16)

Banyak kisah dimana anak-anak Allah yang dipakai melayani dengan pernyataan kuasa Allah yang luar biasa akhirnya “terjatuh dari atap” dan Allah meninggalkannya. Apakah dikira Allah bodoh dan dapat dipermaikan? Allah tidak dapat dicobai, seperti yang terjadi pada Simson, dikiranya seperti sudah-sudah ia dapat melepaskan diri tetapi nyatanya Allah telah minggalkannya.
2. Kesombongan karena mengerti lebih. Mengerti Firman Tuhan lebih dari yang lainnya (menurut sangkanya sendiri), ternyata juga dapat menjadikan seseorang itu menjadi sombong rohani. Tentang daging persembahan berhala kita tahu: “kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. (1 Korintus 8:1).

Banyak orang kristen akhir-akhir ini sering saling menyerang aliran satu dengan yang lain dengan segala ilmu Theologianya. Serentet gelar terpampang didepan namanya, mereka seakan lebih benar dari aliran-aliran lainnya. Seakan Allah hanya berbicara kepada mereka saja, sementara kepada aliran kristen lainnya, Allah tidak berbicara. Hal-hal ini lahir dari kesombogan rohani akan pengetahuan manusia yang terbatas, akan segala ilmu Theologia yang kosong, yang hanya digunakan untuk menyerang dan menyalahkan orang.

Tentang pengetahuan, 1 Korintus 8:2-3, menjelaskan : Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.Sebab pengetahuan dan hikmat itu dari Allah bukan dari kepandaian atau usaha manusia (Amsal 2:6). Sedangkan pengetahuan itu sendiri Allah tidak memberikan lengkap kepada kita (1 Korintus 3:9, Ulangan 29:29).

Jangan kita saling menyalahkan dan membenarkan diri dengan pengetahuan kita akan Firman Tuhan, tetapi mari kita saling melengkapi, saling menguatkan, menghibur, mengajar, menegur dan membangun dengan pengetahuan yang telah diberikan kepada kita. Jika panas hati timbul dan pertengakaran dan debat dan pertikaian datang maka anda telah memutuskan untuk lompat dari atas Bait Allah. Apa yang ingin anda buktikan? Kebenaran Firman Tuhan atau diri anda sendiri?
3. Keahlian didalam pelayanan, seperti suara merdu, memainkan musik dengan luar biasa, pandai presentasi, pandai berbicara, kotbah dan lain-lainnya. Keahlian-keahlian yang Tuhan berikan sering kali menjadi berarti didalam organisasi gereja, sehingga menjadikan mereka yang memiliki keahlian tersebut ditempatkan pada posisi yang penting dalam komunitas tersebut.

Penting bagi manusia tidak berarti penting bagi Allah. Bahkan Firman Tuhan mengatakan apa yang dikagumi manusia itu dibenci oleh Allah (Lukas 16:15). Keahlian tersebut dapat membutakan mata kita dan dapat membuat kita bertindak bodoh dengan mendengarkan godaan Iblis untuk menjatuhkan diri diatas Bait Allah. Jangan mengejar pujian, penghormatan dan ingin diistimewakan didalam gereja, sebab itu samua adalah milik Allah.

Demikian kita semua, sebagai anak-anak Allah, baiklah kita belajar dari catatan godaan yang dilakukan oleh Iblis kepada Tuhan Yesus Kristus di padang gurun. Salah satunya adalah godaan untuk menjatuhkan diri dari atap Bait Allah, sesuatu kesombongan rohani. Hanya orang bodoh yang mau melompat dari atas atap. Tetapi godaan sekonyol itu telah menewaskan banyak anak-anak Allah.

Walaupun pernyataan Allah luar biasa didalam kehidupan kita, didalam pelayanan kita, kita harus selalu ingat bahwa semua itu bukan perkara yang penting, sebab yang terpenting dari semuanya bukan kehebatan kita dalam perkara rohani tetapi apakah kita diselamatkan atau tidak. Matius 7:21-23 dengan jelas menuliskan bahwa di akhir zaman, banyak orang yang melayani dengan kuasa yang luar biasa dan dengan hebohnya, malah mereka ditolak dari hadapan Tuhan. Kesombongan spiritual dapat membuat kita terlena dengan pujian dan penghormatan manusia akan perkara-perkara rohani.

“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” (Lukas 10:19-20)

Mulai saat ini waspadalah terhadap segala kesombongan rohani. Kebesaran yang diberikan oleh manusia, pujian yang diucapkan oleh manusia dan segala hormat yang diterima karena perkara-perkara rohani yang ada dalam diri kita adalah perkara yang sia-sia. Semua itu adalah tipu daya Iblis. Jangan kita jatuh karenanya. Sementara pernyataan yang luar biasa dari Allah dalam hidup dan pelayanan kita, bukan jaminan nama kita tercatat dalam Kerajaan Surga.

Seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dengan mengusir Iblis yang menggodaNya (Matius 4:10), demikian juga yang dilakukan oleh Paulus saat Iblis melantunkan pujian rohani kepadanya (Kisah Rasul 16:17-18), kita juga sebaiknya meniru teladan tersebut agar kita tidak jatuh karena kesombongan rohani.

Akhir kata saya mengutip 1 Korintus 9:27 yang berkata: Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

No comments:

Post a Comment